Skip to content

Memahami Urgensi Masjid

21 Oktober 2010

 

 

Keberadaan masjid di tengah masyarakat secara fisik jelas merupakan salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat yang sangat penting. Di dalamnya akan dioperasionalkan beberapa refleksi keagamaan masyarakat. Selain itu, kehadirannya akan ikut serta membendung budaya kafir yang selalu merusak akidah (keyakinan) masyarakat muslim.

Adapun keberadaanya secara maknawi masjid sebagai salah satu basis terpenting dalam membangun persepsi yang benar tentang Islam kepada masyarakat, memberikan perlindungan dan immunisasi akidah, menyatukan umat Islam dalam sebuah jalinan persaudaraan yang kokoh.

Atas dasar fenomena ini, maka dari itu diperlukan gerakan kembali ke masjid, guna menumbuhkan kembali dalam jiwa masyarakat tentang urgensinya masjid di tengah kita. Hanya saja muncul apa wujud gerakan kembali ke masjid itu ?

Gerakan kembali ke masjid, bukan sekedar mendatangi masjid atau sekedar membiasakan shalat di masjid. Gerakan kembali ke masjid ini hendaknya dimaknai membina kehidupan sebagai pribadi, keluarga dan umat agar selalu terpaut kesucian, kebenaran, ketundukan jiwa terhadap al-Khalik (Yang Maha Mencipta : Allah), serta kesetaraan derajat umat. Termasuk gerakan kembali ke masjid adalah menggerakan masyarakat termasuk anggota masyarakat yang mampu (para dermawan) membangun masjid dengan semangat dakwah Islam.

Gerakan kembali ke masjid dapat juga dimaknai sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, seperti baitul mal, unit pelayanan zakat, infaq dan sedekah.

Masjid menyimpan potensi umat yang sangat besar, jika digerakkan secara optimal, akan meningkatkan kesejahteraan umat. Minimal bagi jamaah itu sendiri. Dalam konteks ini tentunya pengurus (DKM-IREMA) harus bersikap bijaksana, namun tak keluar dari kebenaran agama Islam.

Masjid adalah milik seluruh umat  Islam. Karena itu, pantaslah masjid dijadikan sebagai pusat pencerahan umat dalam memahami dan mengamalkan Islam secara kaffah (menyeluruh). Untuk itu para pengelola masjid perlu memahami bahwa masjid bukan sekedar lambang kesatuan umat, tetapi juga memelihara silaturahim, sebagai pusat dakwah dan syiar Islam yang meimbulkan simpati, kedamaian dan ketentraman bagi lingkungannya.

Posted by Taufiq Akbar

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: