Skip to content

SEHAT DENGAN PUASA SENIN KAMIS

24 Oktober 2010

 

 

Puasa senin kamis adalah amalan yang lazim saat ini. Pengamalnya tak hanya kalangan santri atau agamawan saja. Tapi sudah menyentuh kalangan luas. Seperti karyawan pabrik , pelajar, pejabat, bahkan para atlet olahraga. Pelawak ulfa Dwiyanti dan Eko Patrio, sampai ilmuan tersohor BJ. Habibie misalnya, di kenal rajin melaksanakan amalan ini.

Amalan ini memang sangat baik. Beberapa hadits Nabi menjeslaskan keutamaannya. Abu Hurairah ra melalui periwayatan Ahmad dengan sanad shahih menyebut bahwa Rasulullah saw. paling sering berpuasa Senin-Kamis. Ketika hal itu di tanyakan sahabat, beliau menjawab,”seluruh amal di bentang-kan hari senin dan kamis. Ketika itulah Allah menga-mpuni setiap muslim atau setiap mukmin kecuali yang melakukan dosa secara terang-terangan. Allha berkata, ‘tundalah untuknya.”

Dengan redaksi yang mirip, sebuah hadits dari Aisyah ra. Dan usamah menyebut bahwa sesungguhnya Nabi melaksanakan puasa Senin-Kamis dikatakan beliau karena pada hari itulah amal manusia di laporkan kepada Allah Rabbul ‘alamin.  “Dan aku suka pada saat amalku dilaporkan aku sedang dalam keadaan berpua-sa.

Garansi spiritual puasa senin-kamis juga dapat dikaitkan denngan garansi yang diberikan pada amalan puasa lain. Sebagaimana mashur di ketahui, lewat hadits shahih, pada hari kiamat kelak, orang yang berpuasa akan masuk surge melalui pintu khusus yang di sebut pintu rayyan. Ppintu ini adalah pintu yang paling khusus disebut namanya diantara pintu2 surga lain yang berjumlah delapan. Mafhum sebaliknyapun berlaku bahwa puasa mennjadi benteng yang tangguh untuk melindungi seseorang ari panasnya api neraka yang membara. Demikian hadits yang di riwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Tak hanya itu, puasa juga dapat mensucikan jiwa seseorang yang menjalaninya. Hadits riwayat Ibnu Majah menyebut, “segala sesuatu itu ada pencuci-nya, sedangkan zakat jiwa itu berpuasa. Dan puasa itu separuh kesabaran.

Dengan beberapa hikmah di atas, jelas bahwa seseorang yang menjalankan puasa hanya karena ikhlas dan mencari ridha Allah, maka pahala yang di berikan Allah kepadanya sangat berlipat gandayan tidak ada hitungannya. Artinya, pahala dan ganjaran yang diberikan

 

 

Allah kepada hamba-hamba-Nya yang taat bepuasa tidaklah dapat diperkirakan atau dibayang-bayangkan kebesaran pahalanya. Selain itu, puasa hanyalah untuk Allah dan Allah sendiri yang akan membalasnya. Karena puasa                       itu milik Allah, maka pahalanya pun di      nisba-tkan  kepada dzat-Nya sendiri.

Dalam islam, jika di lihat dari segi hukumnya, puasa sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Perbedaan ini berdasarkan hukumnya sesuai syariat. Ada puasa wajib, yaitu puasa yang harus dilaksanakan bagi tiap-tiap muslim yang mukallaf, seperti puasa ramadhan, puasa kafarat, dan puasa nadzar.. yang kedua adalah puasa sunnah, seperti puasa enam hari bulan syawal, puasa hari asy’syura pada tanggal 10 muharram, puasa hari arafah tanggal 9 dzulhijah, puasa sya’ban, dan puasa senin-kamis.

Di luar itu, ada puasa makruh, yaitu puasa yang dilakukan tanpa henti-henti atau yang di lakukan secara terus-menerus. Sedang yang terakhir adalah puasa haram, yakni puasa yang di lakukan pada hari raya Idul Fitri, Idul Adha dan tiga hari setelah Idul Adha atau yang biasa di sebut sebagai hari tasyrik, atau pada tangal 11,12, dan 13 Dzulhijah.

OBAT JIWA, OBAT BADAN

Bila di hitung secara matematis, jika kita puasa memang asupan makanan menjadi berkurang. Karena pagi kita tidak makan,siang juga. Sehingga asupan makanan yang biasa kita konsumsi pada hari-hari biasa sedikit berkurang pada hari senin maupun kamis. Tetapi pada dasarnya, di hari-hari itulah apabila kita puasa dengan benar secara rutin justru bisa berfungsi menyeimbangkan aktifitas kurang baik dalam keseharian, yang tidak kita sadari. Itulah sebabnya Rasulullah saw. sangat memperhatikan dan menganjurkan untuk puasa senin-kamis kepada umatya.

Kehidupan modern disadari atau tidak,telah membawa manusia kepada situasi dimana potensi stress semakin tinggi. Semrawutnya birokrasi, tekanan pekerjaan, bencana yang datang sillih berganti, sangat rentan menekan jiwa dan fisik seseorang pada kondisi buruk.

Banyak manfaat yang di peroleh dari puasa senin-kamis. Prof. Dr.Made Astawan, pakar teknologi pangan dan gizi, pernah menyebutkan manfaat puasa senin-kamis ditinjau dari segi kesehatan. Diantaranya puasa senin-kamis dapat membersihkan jenis penyakit dan racun, Bahkan, berpuasa juga dapat membantu proses penyembuhan terhadap berbagai penyakit. Pendek kata menurutnya puasa senin-kamis sangat bermanfaat untuk kesehatan. Hasil dari beberapa kajian ilmiah mennunjukan bahwa puasa senin-kamis sagat efektif untuk members-ihkan bagian dalam tubuh, regenarasi sel dan peremajaan tubuh. Karena itu puasa sebainknya di lakukan secara teratur dan berkala.

Dengan berpuasa, tambahnya, secara otomatis kita telah mengurangi asupan makanan berlemak dan makanan tinggi kalori, nikotin, alcohol, kafein, gula, susu, daging, dan telur. Selain itu, dalam sebuah artikelnya dia menyebutkan, puasa juga akan memabatasi pemasukan garam dan bumbu yang mengandung monosodium glutamate (MSG), zat pemanis buatan, zat pewarna sintetik, zat pengawet kimia dan bahan-bahan kimia lain yang tidak di butuhkan oleh tubuh.

Ketika sesorang sedang berpuasa, terjadilah proses pengeluaran zat-zat beracun dalam tubuh (detoksifikasi) yang bersifat total dan holistic (menyeluruh). Artinya, tujuan pembersihan bukan hanya menyagkut kepentingan fisik, tetapi juga mencakup pembersihan dan peningkatan energi dalam jiwa dan pikiran. Puasa dapat membantu mengendalikan stress dan member ketenangan jiwa dan juga dapat membantu menjadi terapi penyakit tertentu, seperti depresi, hipertensi, kanker kardiovaskular, sakit ginjal, atau diabetes mellitus.

Berpuasa juga dapat menenangkan jiwa, mengatasi stress, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memelihara kesehatan dan kecantikan. Selain itu, dapat membuat awet mudah atau menunda proses penuaan. Supaya kondisi fisik selalu sehat dan bugar, organ-organ tubuh dapat berkesempatan beristrahat.

Pendapat di perkuat oeh beberapa atau tiga ahli dari Barat yang non muslim, yaitu Allan Cott M.D. seorang ahli dari amerika, Dr. Yuri Nikolayev, direktur bagian diet pada Rumah Sakit Jiwa Moskow, dan Alvenia M. Fulton, direktur lembaga Makanan Sehat “fultonia” di amerika.

Menurut Allan Cott, M.D, berpuasa dapat menjadikan tubuh lebih baik secara fisik dan mental. Orang yang berpuasa senin-kamis juga lebih awet muda.  Berpuasa dapat membersih-kan badan, menurunkan tekanan  darah dan kadar lemak, badan terasa sehat dengan sendirinya. Bahkan, berpuasa juga dapat mengendalikan hasrat seks yang berlebihan, sehingga dapat mengontrol tingkat libido yang berleb-ihan.

Sementara itu menurut Dr. Yuri Nikolaev menilai bahwa puasa sunnah senin-kamis bisa mengakibatkan orang menjadi awet muda. Sedangkan Alvenia menyatakan, bahwa puasa merupakan cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita secara alami. Puasa menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat puasa menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentu kembali keindahan tubuh.

Kalau umumnya umat islam hanya membincangkan masalah puasa ramadhan saja, puasa senin-kamis memungkinkan perbincangan hikmah puasa yang bisa di ingat dan digeluti tiap minggunya. Inilah kiranya hikmah besar puasa senin-kamis. Kita tak hanya membincangkan kebaikan puasa sebagai jalan meraih kedekatan dengan sang Khalik beserta amalan baik yang mengikutinya pada ramadhan, tapi juga di luar bulan ramadhan dalam bentuk yang lebih konkret. Inilah pesan yang sebenarnya sering di lontarkan saat ramadhan akan berakhir.

Habib Lutfiah bin Yahya pekalongan, kepada hidayah, menyebut pesan mendasar dari puasa senin-kamis itu adalah untuk membangun jiwa. Karena jika jiwa sehat, pikiran pun akan sehat dan bersih dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Ia juga berpesan agar dalam melaksanakan hal ini seseorang harus lebih da-hulu membersihkan hatinya. Jangan mencampur niatan lain yang buruk.

“Saya sarankan beribadah bukan tujuan untuk mengharap rezeky atau pahala, tapi mengejar derajat takwa. Karena rezeki, pahala serta kebaikan lainnya sebagai akibat dari ketakwaan. Dengan begitu kita akan menjadi orang yang ikhlas dalam menjalankan ibadah, tidak saja dalam berpuasa senin-kamis,” ujar-nya berpesan.

Ketakwaan inilah yang kiranya mesti di kejar agar hidup kita lebih memiliki harga yang tinggi baik di duna maupun di akhirat.

 

Posted by Taufiq Akbar

masyariqulanwar.wordpress.com

sumber : majalah al Hidayah

 

 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: