Skip to content

Hati yang Mengeras, Apa Jalan Keluarnya ?

5 November 2010

Sepanjang hidupnya, hati seseorang akan selalu berbolak-balik keadaanya antar keras dan lembut. Ketika kekerasan demi kekerasan ditambah berbagai maksiat yang menerpanya secara bertubi-tubi, ia akan mengeras. Akan tetapi ketika seseorang meningkatkan ketaatannya kepada Allah, ia pun melembut kembali. Faktor utama penyebab kerasnya hati ialah lalai dari Allah. Ketika hati terperosok dalam ‘kubangan dosa’, seseorang tidak boleh menyerah begitu saja; bahkan ia wajib cepat-cepat ‘mencucinya’ dari setiap noda yang melekat padanya, yakni dengan kembali (taubat) kepada Allah disertai ketundukkan yang penuh. Allah SWT memuji nabi Ibrahim AS, Khalil-Nya, yang selalu kembali setiap saat sembari menghiba kepada-Nya; Ia berfirman: “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kepada Allah.” (Q.S. Hud:75).

Di antara cara untuk mengobati kekerasan hati ialah :

1. Memperbanyak Dzikrullah

Dzikir akan membawa ketentraman, dan memancarkan kewibawaan, selain itu, dzikrullah membuat seseorang senantiasa diawasi Allah sehingga selalu meninggkatkan ibadahnya, rasa kembali kepada-Nya, dan semakin dekat dengan-Nya; yang pada akhirnya akan menyelamatkan dia dari siksa Allah. Makhul Asy-Syaami –salah seorang salaf tafsir- pernah berkata; “Mengingat Allah (Dzikrullah adalah obat; sedangkat mengingat manusia adalah penyakit.” Suatu ketika ada orang yang menghampiri Hasan al Bashri seraya berkata kepadanya: “Aku mengeluh akan hatiku yang keras….”, maka jawab beliau: “Lunakkanlah ia dengan dzikrullah.” Dengan dzikrullah, derajat seseorang terangkat, dosa-dosanya terampuni, setiap bahaya yang mengancamnya akan terjauhkan, dan semua kesedihannya teratasi. Dengan dzikrullah, semua musibah terasa ringan. Dada terasa lapang dan hatipun senantiasa tentram.

Allah berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram” (Q.S. Ar-Ra’du:28). Wasiat Rasulullah SAW kepada salah seorang sahbat yang minta wasiat dari beliau, sabdanya : “Usahakan agar bibirmu senantiasa basah dengan dzikrullah” (H.R. at Tirmidzi).

Dengan dzikrullah hati akan menjadi hidup; Nabi bersabda : “Perumpamaan antara orang yang mengingat Rabb-nya dengan orang yang tidak mengingat Rabb-nya, ibarat orang mati dengan orang hidup.” (H.R. Al Bukhari). Siapapun yang mengerti betul akan kebesaran Allah SWT, pasti akan banyak mengingatnya; dan banyak mengingat Allah pertanda tulusnya keimanan.

2. Memelihara anggota badan dari berbuat maksiat

Contoh memelihara pendengaran dari mendengarkan pergunjingan, ghibah dll. Kemudian menjaga penglihatan dari memandang apa-apa yang tidak halal untuk dilihat, dan menjaga lisan dari berbohong dan berdusta.

3. Memperbanyak membaca Al Quran dengan tafsirnya

Dalam Al-Quran terkandung banyak nasehat dan pelajaran berharga. Padanya terdapat ancaman sekaligus janji kebaikan. Orang yang sekadar membaca Al-Quran mungkin tidak mampu menangkap makna-makna tadi, kecuali bila ia merenungkan ayat-ayat tersebut dengan membaca tafsir atau penjelasan maknanya.

4. Menghadiri majelis ta`lim

Orang yang berilmu Berkumpul dengan orang-orang shaleh sambil mendengarkan ceramah orang berilmu dapat mengantarkan Anda ke jalan akhirat, dan membuat zuhud terhadap dunia yang dana ini.

5. Membaca buku-buku tulisan para ulama

Menelaah pusaka peninggalan para ulama akan menambah rasa takut kepada Allah SWT. Ketika anda membaca tulisan orang yang alim lagi pandai beramal, berarti anda sedang membaca seseorang yang dipuji oleh Allah sebagai orang yang takut kepada-Nya; Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama” (Q.S. Faathir:28).

6. Ziarah kubur

Ziarah kubur termasuk salah satu sunnah Rasulullah SAW. Kubur merupakan bukti paling jelas akan singkatnya kehidupan ini, dan mengajarkan kepada manusia agar jangan terlena oleh angan-angan yang panjang. Alangkah banyak air mata yang membasahi pipi orang-orang saleh tatkala mereka menziarahi kubur. Itu semua akibat rasa takut kepada Allah, ketika terbayang akan tempat kembali mereka setelah mati. Memang tepat apa yang dikatakan Rasulullah SAW tentangnya; “Ziarahilah kuburan, karena ia akan mengingatkan kalian pada negeri akhirat” (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah)

 

Referensi: UMMATie Ed.01/Thn.II.Agt.2008/Sya`ban 1429H

 

masyariqulanwar.wordpress.com

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: