Skip to content

Maulid Nabi

21 Februari 2011

Nabi Muhammad dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awwal pada tahun gajah. Setiap tahunnya per tanggal tersebut sebagian dari kita memperingatinya dengan berbagai acara ke islaman, yang sudah menjadi wacana umum bahwa dengan peringatan tersebut-khususnya dengan melalui tabligh akbar/pengajian umum yang digelar oleh suatu kepanitiaan, yang dikenal sebagai PHBI (Panitia Hari Besar Islam), yang pada acara intinya diisi oleh penceramah/mubaligh yang diundang dan disampaikanlah ceramah-ceramah keagamaan.

Ada yang menggelitik dari berbagai kajian ceramah pada kesempatan peringatan Maulid Nabi, yakni, bahwasanya, memperingati hari kelahiran nabi itu bernilai baik, dan salah pula bagi sebagian umat islam yang memvonis bahwa peringatan tersebut hukumnya bid`ah.

Bid`ah, salah satu jenis hukum dalam islam selain fardhu, fardhu kifayah, sunnah dan lainnya. Bagi sesiapa muslim yang menjalankan praktik bid`ah maka bukannlah petunjuk yang ia terima dari Allah, melainkan kesesatan belaka. Sehingga, secara umum bisa  di artikan bahwa: Bid`ah merupakan perkara yang diada-adakan dalam ibadah dan aqidah.

Mencermati bid`ah dari segi definisi, jenis dan macamnya, sudah banyak referensi yang bisa dijadikan pijakan, maka akan terlalu panjang jika diungkap disini. Namun, untuk lebih memastikan, berikut adalah contoh bid`ah yang kebetulan juga berkaitan dengan tema pada tulisan ini.

Grebeg Maulud dengan Puncak acaranya sekaten

Kraton Yogyakarta dan Surakarta setiap tahun mengadakan upacara grebeg sebanyak 3 kali, yaitu Grebeg Syawal pada saat hari raya Idul Fitri, Grebeg Besar pada saat hari raya Idul Adha, dan Grebeg Maulud atau sering disebut dengan Grebeg Sekaten pada peringatan Maulid Nabi Muhammad. Singkat cerita, Gunungan ini dibawa oleh para abdi dalem yang menggunakan pakaian dan peci berwarna merah marun dan berkain batik biru tua bermotif lingkaran putih dengan gambar bunga di tengah lingkarannya. Semua abdi dalem ini tanpa menggunakan alas kaki alias nyeker. Setelah gunungan diserahkan kepada penghulu Masjid Gede untuk kemudian didoakan oleh penghulu tersebut, gunungan pun dibagikan. Namun belum selesai doa diucapkan, gunungan pun sontak direbut oleh masyarakat yang datang dari seluruh penjuru Jogja. Yang memprihatinkan, banyak sekali nenek-nenek yang ikut berebut gunungan. Memang ada kepercayaan dari masyarakat bahwa barangsiapa yang mendapat bagian apa pun dari gunungan tersebut, dia akan mendapat berkah.

Nah, mutlak-telak, dengan mengaplikasikan definisi bida`ah, maka masyarakat yang meyakini bahwa mendapat bagian apapun dari gunungan tersebut dia akan mendapat berkah, mereka lah yang bisa dikatakan bid`ah. (wallahua`lam)

Nah, bagaimana dengan peringatan Maulid Nabi yang diisi dengan tabligh akbar??? atau tabligh akbar yang bersamaan dengan Maulid Nabi????

 

Bersambung….

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: